Press "Enter" to skip to content

Sekolah Lapangnya PK ke Hutan Nagari Taram

Sekolah Lapang merupakan salah satu metode menambah wawasan bagi penyuluh kehutanan. Metode ini cukup efektif sebagai media belajar, karena menimba ilmu langsung dari pelaku usaha di lapangan.

Sekolah Lapang Tahun ini terjadwal 10 s/d 12 Desember 2018, Hutan Nagari Taram menjadi lokasi pilihan karena terkenal dengan tanaman sereh wangi dan punya alat suling yang mumpuni.

Peserta SL berjumlah 20 orang penyuluh kehutanan dari 6 kabupaten. Yaitu Kabupaten  Solok Selatan, Solok, Kabupaten Sijunjung, Padang Pariaman, Agam dan Limapuluh Kota.

Tempat penyulingan Minyak sereh merupakan tujuan Sekolah Lapangan kami. Lokasi yang berada dalam kawasan hutan musti dijajaki. Empat buah sungai harus dilewati, eit, jangan lupa pakai sandal jepit agar tak terpeleset kaki.

Satu jam berjalan kaki sampai juga di lokasi. Tempat penyulingan bermodalkan ratusan juta itupun pun kami sambangi.

Bapak Hardedi selaku ketua LPHN menyambut kami dengan wajah berseri. Beliau bercerita awal mula usaha sereh wangi berdiri. Total areal yang ditanam sereh wangi 22 Hektar persegi. Saat ini jumlah panen daun sereh mampu capai 1 ton per hari. Sayang hasil rendemennya minimal sekali hanya capai 5-6 kg, dijual seharga 300 ribu kepada pembeli.

Daun sisa menyulingan bertumpuk di lokasi, sangat membutuhkan kreativitas dan inovasi biar bernilai guna tinggi. Selain itu, bahan bakar penyulingan berasal dari kayu Pinus merkuii. Kalau sebulan mampu habiskan 1 kubik kayu, bisa dihitung dalam setahun berapa kebutuhan bahan bakar kayu yang harus dipenuhi. Perlu alternatif lain sebagai pengganti Pinus merkusi ini. Sehingga tidak mengancam keberadaan kayu Pinus yang ada saat ini.

Sejarah HN Taram

Hutan Nagari ini terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten 50 Kota. HN Taram telah mengantongi izin PAK Menlhk Tahun 2016 silam dengan luas 800 Ha pada areal Hutan Lindung.

Dulunya, kawasan HL Taram telah diolah oleh masyarakat yang mengakui sebagai ulayat mereka. Komoditi yang ditanam kebanyakan karet dan sereh wangi.

Pada tahun 2016 diadakan sosialisi tentang PS di Nagari ini. Skema Hutan Nagari merupakan solusi bagi para peladang Taram, asalkan fungsi Hutan Lindung mampu mereka pertahankan.

Selama lebih kurang dua tahun berdiri, Hutan Nagari Taram menunjukkan hasil gemilang. Hal ini tak luput dari pembinaan dari KPHL 50 kota lewat PK pendamping, serta dukungan dari pihak kenagarian yang punya visi kuat dibidang lingkungan. Selain budaya bermufakat dalam nagari masih tinggi, ninik mamak menjadi orang yang disegani dalam kehidupan bernagari.

Semoga kedepan Hutan Nagari Taram mampu tuai hasil gemilang, karena nilai pesonamu tak terbilang. Wisata kulinermu manjakan lidah pendatang, membuatku ingin kembali diwaktu yang akan datang. (Yudia Falentina)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *